Active Update

8MitosKetombeygMungkinKamuPercaya
8 Mitos Ketombe yang Mungkin Kamu Percaya
Mar 03, 2015
  • 761
  • 1
  • -

Meskipun ketombe bukanlah suatu masalah yang sangat serius, namun kehadirannya tetap saja membuat kesal karena mengganggu penampilan. Ketombe dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang karena saat kulit kepala digaruk karena gatal ketombe akan berjatuhan. Bukankah kamu begitu juga Sob? Untuk mengatasi masalah ketombe, kamu mungkin akan melakukan beberapa cara tertentu tanpa tahu apakah cara tersebut efektif atau tidak. Banyak mitos yang berkembang membuat orang-orang salah paham untuk mengatasi masalah ketombe.

Banyak yang bilang ketombe itu menular. Ada juga yang beranggapan jika gatal-gatal di kepala itu dikarenakan kotembe. Apakah kamu mengetahui semuanya itu dengan benar Sob? Daripada hanya menduga-duga, yuk mari simak penjelasannya di bawah ini.

  1. Mitos: Penyebab utama munculnya ketombe adalah kulit kepala yang kering.
    Fakta: Hal ini salah karena justru ketombelah yang berkebalikan menyebabkan kulit kepala menjadi kering. Ketombe muncul karena jamur mikroskopis pada kulit kepala yang dinamakan Mallasezia. Jamur ini berkembang biak dengan memakan kelebihan minyak serta sel kulit mati.
  1. Mitos: Ketombe dapat menular.
    Fakta: Seorang Dermatologis Universitas Melbourne yang bernama Dr Rodney Sinclair menjelaskan jika ketombe tidak dapat menular dari satu orang ke orang lainnya meskipun dengan berbagi sisir.
  1. Mitos: Hanya orang dewasa yang bermasalah ketombe.
    Fakta: ketombe tak hanya menyerang orang dewasa saja, namun juga remaja sudah dapat mengalaminya. Kalenjar keringat yang dimiliki usia remaja belum berkembang secara sepenuhnya secara alami untuk menghambat infeksi jamur yang ada di kulit kepala.
  1. Mitos: Berkeramas setiap hari akan membasmi ketombe.
    Fakta: Justru para ahli sangat menyarankan agar kamu tidak berkeramas setiap hari. Hal ini dikarenakan kulit kepala akan mudah terkelupas jika terlalu sering berkeramas. Cukup setidaknya tiga hari sekali untuk berkeramas, dan lebih efektif untuk membasmi ketombe menggunakan shampo khusus anti dandruff (ketombe) yang memiliki kandungan zinc di dalamnya.
  1. Mitos: Stres dapat mengakibatkan ketombe.
    Fakta: Hal ini tidak mungkin. Namun jika dilihat dari dampak yang diakibatkan stres, justru ketombe akan lebih banyak berproduksi karena menurunnya perhatian seseorang terhadap dirinya sendiri.
  1. Mitos: Ketombe dapat menyebabkan kerontokan rambut.
    Fakta: Rontoknya rambut bukanlah dikarenakan ketombe di kepala, namun karena perbuatan menggaruk kamu yang melakukkannya. Rasa gatal yang terjadi di kepala ditimbulkan oleh jamur yang berkembang biak di kulit kepala.
  1. Mitos: Ketombe hanya ada di kulit kepala.
    Fakta: Salah, karena sebenarnya ketombe tak hanya terdapat di bagian kepala saja namun juga ada di bagian tubuh lainnya seperti alis dan di sekitar telinga. Terutama pada pria, banyak ditemukan ketombe di bagian janggut atau bagian tubuh lainnya yang menghasilkan minyak berlebih.
  1. Mitos: Ketombe tidak dapat dihilangkan secara sepenuhnya, namun masih bisa dikendalikan.
    Fakta: Faktor perawatan diri merupakan hal yang paling penting agar efek ketombe yang buruk tak menimpa kamu.  Untuk cara pencegahannya adalah dapat dengan cara mengkonsumsi buah dan sayuran yang mengandung vitamin B dan zinc.
RATE THIS :