Active Update

Mengenal Pahlawan Indonesia Di Ajang Internasional2
Mengenal Pahlawan Indonesia Di Ajang Internasional
May 29, 2014
  • 1832
  • 9
  • 1

Arti “pahlawan’ tak harus selamanya diidentikkan dengan para pejuang yang mengangkat senjata untuk membasmi bermacam bentuk penjajah dan penjahat untuk menjaga martabat dan keharuman bangsa. Di era merdeka seperti sekarang ini kata’ pahlawan’ akan terasa lebih pas untuk disematkan kepada mereka yang berjasa atas nama negara, salah satunya adalah dengan berprestasi di kancah internasional.

Atlet Nasional yang Menorehkan Prestasi Internasional

Bila mendengarkan lagu Indonesia Raya dilantunkan di tanah air sendiri sudah merupakan hal yang biasa, namun bila mendengar lagu kebesaran Indonesia Raya dikumandangkan di negara lain rasanya sangat membanggakan bukan Sob? Lihat saja aksi atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Nama-nama legenda beken seperti Rudi Hartono, Liem Swi King dan Ivana Lee membuat olahraga bulutangkis Indonesia menjadi sangat ditakuti oleh negara-negara lain pada dekade 70-80’an. Hingga teranyar nama pasangan bulutangkis Tontowi Ahmad & Liliyana Natsir serta Mohammad Ahsan & Hendra Setiawanyang berhasil menyabet gelar prestisius di kejuaraan All England Championship 2014 pada tanggal 9 Maret lalu.

Dibalik kesemrawutan turnamen pesepakbolaan tanah air, skuad Garuda Muda muncul sebagai satu harapan baru yang menyelamatkan wajah Indonesia di persaingan internasional. Segerombolan anak muda yang diasuh Indra Sjafri ini berhasil menorehkan prestasi bergengsi dimana keluar sebagai juara dalam ajang AFF U-19 Youth Championship 2013. Evan DImas cs berhasil mengalahkan Vietnam dalam babak adu pinalti. Kini tim Garuda Muda terus berkembang dan diharapkan menjadi satu kesatuan tim nasional senior yang berhasil membawa nama harum Indonesia ke kancah yang lebih besar lagi.

Anak Muda Cerdas yang Mengibarkan Bendera Indonesia di Negeri Asing

Indonesia harus bangga karena memiliki bibit-bibit masa depan yang akan mengubah Indonesia lebih maju suatu hari nanti. Coba kamu lihat prestasi para ‘kecil-kecil cabe rawit’ ini sob, pastinya akan buat kamu tercengang.

Agasha Kareef Ratam, seorang anak yang lahir pada tahun 1997 berhasil mengharumkan nama Indonesia berulang-ulang karena kejeniusannya dalam matematika. Hebatnya sejak SD ia sudah membuat sebuah prestasi internasional yang membanggakan dengan keluar sebagai juara dua dalam kompetisi Po Leung Kuk 13th Primary Mathematics World Contest (PMWC) pada tahun 2010 di Hong Kong. Ia merupakan cucu laki-laki mantan Presiden BJ Habibie, jadi tak heran kan kecardasannya menurun dari siapa?

Nama Fahma Waluya Rosmansyah telah dinobatkan sebagai salah satu progammer termuda dunia sepanjang sejarah dari oleh Ovi Store Nokia pada umur 11 tahun. Ketika usianya masih 13 tahun saja ia sudah berhasil menyabet penghargaan prestisius dalam ajang Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) International. Dalam kejuaran IT dunia tersebut, Fahma membuat berbagai mobile software antara lain; Doa Muslim (Prayers for Children), Enrich (English for Children), dan Bahana (Belajar Huruf Angka Warna).

Faktor kemiskinan tak harus menjadikan faktor alasan tak berprestasi. Coba saja kamu lihat Ni Wayan Mertayani. Gadis belia asal Bali ini merupakan seorang anak yatim yang kesehariannya membantu sang ibu untuk setiap harinya memnungut sampah-sampai yang berserakan di pantai. Ketika suatu waktu ia meminjam kamera dari salah seorang turis Belanda, dan memakainya untuk memotret berbagai objek. Bule tersebut kagum dengan potensi yang dimiliki Ni Wayan, akhirnya ia menyarankan dan mengajaknya untuk ikut sebuah kompetisi fotografi di Belanda. Akhirnya setelah memintu restu dari sang ibunda tercinta, Ni Wayan mengikuti perlombaan tersebut. Dari 200 fotografer yang berasal dari seluruh dunia, Ni Wayan berhasil keluar sebagai juara pertama dalam ajang bergengsi tersebut.

Membawa Perubahan Untuk Indonesia

Apakah kamu mengenal nama Dr. Warsito P Taruno, Sob? Ialah merupakan salah satu pahlawan Indonesia yang sangat besar jasanya untuk Indonesia. Ilmuwan cerdas kelahiran tahun 1986 asal Karanganyar ini sangat berjasa peranannya tak hanya untuk Indonesia saja, tapi negara lain seperti Eropa, AMerika Serikat, China, dan lainnya juga harus berterima kasih kepadanya. Ia membawa sebuah terobosan besar dalam dunia sains dengan alat temuannya yang bernama Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Salah satu fungsinya sebagai alat yang efektif untuk membasmi penyakit kanker yang diketahui belum ada obatnya. Bahkan NASA pun mengakui kehebatan ECVT yang melebihi teknologi CT Scan dan MRI. Kendaraan Bus Transjakarta pun tak luput dari pengaplikasian teknologi canggih hasil pemikiran ilmuwan cerdas asli Indonesia ini. Pada waktu yang lalu dalam memperingati hari pahlawan wanita Indonesia yaitu R.A. Kartini yang juga telah menginspirasi dan membawa perubahan pada wanita Indonesia, ZINC mengadakan kompetisi pagi kaum wanita dalam menceritakan misi Sobat Zinc dalam mencapai passionnya dan telah terpilih beberapa pemenang dengan misi passion mereka. Kompetisi yang diikuti oleh hampir 1.000 peserta ini berhasil mendapatkan pemenang dengan misi-misi besar mereka kepada lingkungan sekitar dan Indonesia.

RATE THIS :